![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Investasi reksadana ini sitemnya sama seperti menabung, fleksibel, bebas kapan saja. Bedanya, jika hanya menabung, uang kita tidak dikelola sehingga tidak mengalami pergerakan dan semakin lama akan tergerus inflasi, sedangkan jika kita berinvestasi khususnya reksadana, uang kita akan dikelola sehingga bisa mendapatkan return/imbal hasil yang bisa melebihi inflasi. Bahkan jika hanya menabung di Bank saja, justru kita akan dikenakan potongan biaya pajak maupun administrasi setiap bulannya, sedangkan reksadana adalah instrumen investasi yang bebas dari pajak.
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Ada beberapa jenis reksadana yang perlu kalian ketahui, yaitu reksadana pasar uang, reksadana obligasi, reksadana saham, dan reksadana campuran. Di aplikasi Bibit ada semuanya lho, lengkap dan produk-produknya berasal dari Manajer Investasi unggulan!
Lalu, apa perbedaan di antara keempatnya? Baiklah, simak penjelasannya sebagai berikut:
Bagaimana? Sudah punya gambaran mengenai reksadana beserta jenisnya? Nah, setelah memahami konsep dasar mengenai reksadana, pasti sudah ada keinginan untuk berinvestasi reksadana bukan? Kalau sudah, saya sarankan untuk berinvestasi reksadana menggunakan aplikasi Bibit.
Kenapa harus memakai aplikasi Bibit? Simak beberapa keunggulannya berikut ini:
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Di aplikasi ini ada juga fitur Robo Advisor. Fitur ini akan mambantu kita sebagai pengguna (memilihkan produk reksadana) yang paling sesuai dengan profil risiko masing-masing, jadi kita tidak perlu repot lagi memilih produk reksadana sendiri sebelum membelinya.
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Lalu apa itu profil risiko?
Profil risiko ini dibentuk berdasarkan data-data dan jawaban atas kuesioner yang kita masukkan/isikan pada saat registrasi, misalnya seperti penghasilan per bulan, dll. Nanti kalian akan tahu sendiri setelah saya jelaskan proses registrasinya ya. Profil risiko ada 3 macam: konservatif, moderat, dan agresif.
1. Konservatif berarti memiliki tingkat risiko yang rendah, pembagiannya paling besar di RDPU,
2. Moderat berarti memiliki tingkat risiko menengah, pembagiannya paling banyak di RDO, dan
3. Agresif berarti memiliki tingkat risiko tinggi, pembagiannya paling banyak di RDS.
Selain fitur Robo Advisor, Bibit juga menyediakan fitur Goal Setting. Dengan fitur ini, kita sebagai pengguna bisa membuat portofolio (alokasi dana) baru sesuai dengan tujuan investasi masing-masing, misalnya seperti saya pribadi, membuat portofolio sendiri yaitu Dana Menikah (lihat gambar di bawah).
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Nah, selain diunggulkan karena fitur-fitur di atas, di aplikasi Bibit kita bisa berinvestasi minimal Rp10.000 juga. Selain itu, kalian juga bisa mendapatkan cashback reksadana senilai Rp25.000 gratis jika langsung berinvestasi Rp200.000 di awal lho. Lumayan sekali bukan?
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Caranya sangat mudah, yaitu hanya dengan memasukkan kode referral teman pada saat registrasi. Masukkan saja kode referral ini: "50kplus" (tanpa tanda petik), dan kalian akan langsung mendapatkan cashback reksadana tersebut pada saat pembelian pertama kalian. Ingat! 50kplus
Sekarang, simak panduan lengkap mulai dari registrasi sampai berinvestasi di aplikasi Bibit ya. Pertama, yang harus kalian lakukan tentunya download aplikasi Bibit terlebih dahulu.
Oh iya, Bibit bisa diakses melalui web juga lho: app.bibit.id
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Setelah aplikasi Bibit sudah terinstall di ponsel kalian, langkah selanjutnya adalah lakukan registrasi. Jangan lupa untuk menyiapkan KTP dan nomor rekening pribadi. Bagaimana jika KTP belum jadi? Tenang, kalian bisa memakai surat keterangan pengganti KTP dari Dukcapil.
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Tahap selanjutnya, kalian akan diberi 6 kuesioner singkat untuk membentuk profil risiko kalian (seperti yang saya jelaskan di awal tadi). Jawab saja dengan jujur sesuai dengan profil kalian supaya nanti Robo bisa benar-benar memilihkan produk reksadana yang pas dan akurat.
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Tahap selanjutnya adalah memasukkan nomor telepon dan kode referral. Nah, di tahap inilah kalian bisa mendapatkan cashback reksadana gratis Rp 25.000 tadi.
Masukkan kode referral: 50kplus
Dengan memasukkan kode referral tersebut, kalian otomatis sudah mendapatkan cashbacknya.
🚨 PENTING 🚨
Jangan sampai lupa memasukkan kode referral tersebut, karena setelah kalian meng-klik tahap selanjutnya, kalian tidak bisa kembali lagi ke tahap sebelumnya, dan jika kalian tidak memasukkan kode referralnya, otomatis kalian tidak mendapatkan cashbacknya.
Tahap registrasi selanjutnya yaitu mengisi biodata. Isi saja sesuai dengan profil/data diri kalian.
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Nah, setelah itu. Kalian diharuskan mengunggah foto KTP, swafoto sambil memegang KTP, juga membuat PIN. PIN ini nanti akan digunakan untuk mengakses/masuk ke akun kalian pada saat membuka aplikasi, jadi PIN ini dibuat supaya akun kalian lebih terjaga keamanannya.
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Tahap terakhir yaitu kalian tinggal menunggu proses verifikasi akun. Proses ini memakan waktu maksimal sehari kerja (24 Jam), kalau proses verifikasinya lancar, biasanya tidak sampai memakan waktu sehari kerja. Sangat mudah bukan proses registrasinya?
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Setelah proses registrasi selesai, kalian sudah bisa berinvestasi di aplikasi Bibit untuk pertama kali sekaligus mengambil cashback reksadana senilai Rp25.000 tadi.
Untuk mengambil cashback reksadana senilai Rp25.000 tersebut, kalian wajib mengikuti rekomendasi Robo dengan minimal pembelian Rp200.000 ya.
Jangan lupa centang bagian "Gunakan Cashback", nanti cahsback tersebut secara otomatis masuk ke proses pembelian kalian.
Jangan lupa centang bagian ini (gambar pertama), setelah itu baru klik "Beli". Secara otomatis, cashback sudah masuk dalam pembelian kalian (gambar kedua). Terakhir, klik "Bayar sekarang". Pembayarannya bisa melalui Go-Pay, LinkAja, virtual account & transfer manual melalui Bank.
🚨 PENTING 🚨
Gunakanlah metode pembayaran Go-Pay atau LinkAja, jangan gunakan metode pembayaran transfer manual melalui Bank karena harus membayar ke 3 Bank Kustodian yang berbeda (sesuai produk reksadana yang dibeli) dan harus mengunggah bukti pembayaran satu per satu (3 kali). Kalau menggunakan Go-Pay atau LinkAja, kalian cukup bayar sekali dan tidak perlu upload bukti pembayaran. Jadi lebih praktis.
Setelah selesai melakukan pembayaran, kalian tinggal menunggu proses verifikasi dari Manajer Investasi. Jika pembelian dilakukan sebelum pukul 13.00 WIB, prosesnya memakan waktu maksimal 1 hari kerja, sedangkan jika pembelian dilakukan setelah pukul 13.00 WIB, maksimal akan memakan waktu sampai 2 hari kerja.
Nah, setelah semua proses itu berhasil, unit reksadana yang telah kalian beli akan secara otomatis masuk ke portofolio kalian. Setelah itu, kalian hanya tinggal memantau return/imbal hasilnya saja karena dana kalian tadi dikelola oleh Manajer Investasi. Bagaimana, sangat mudah bukan?
Sekarang mari kita bahas bagaimana cara pencairan dana di aplikasi Bibit.
Perlu diketahui, kalian bisa kapan saja mencairkan dana kalian, tidak ada jangka waktu yang ditentukan. Jadi untuk jangka waktunya ya kalian sendiri yang menentukan, tergantung tujuan investasi masing-masing.
Caranya tinggal klik "Jual" (lihat gambar di bawah) pada portofolio kita, setelah itu dana tersebut akan diproses dan ditransfer ke nomor rekening pribadi yang sudah kalian daftarkan di aplikasi dalam waktu maksimal 7 hari kerja. Sangat mudah kok.
Oh iya, banyak sekali yang masih bilang dan beranggapan bahwa berinvestasi reksadana itu haram, padahal reksadana sudah mendapatkan pengawasan dan fatwa halal dari DSN MUI lho, dan di aplikasi Bibit juga ada produk-produk reksadana syariah (dikelola dengan prinsip syariah).
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
![]() |
| Sumber gambar: Bibit.id |
Disclaimer: Tips yang saya buat tersebut murni merupakan analisis berdasarkan pengalaman pribadi selama berinvestasi reksadana, jadi sifatnya opsional. Bisa diikuti, bisa juga tidak.















































terimakasih kak, dari sini aku jadi paham bgt soal invest di reksadana
BalasHapusSama-sama ya Mbak. Semoga membantu. 🙏
HapusSangat bermanfaat sekali kak!
BalasHapusTerima kasih sudah mau membaca Mas. Semoga memang benar bermanfaat. 🙏
Hapus