Langsung ke konten utama

Cara Memilih Reksadana yang Bagus



Halo Sobat Investor!

    Kali ini saya akan berbagi tips dalam memilih reksadana yang bagus, sebelumnya saya telah membahas bagaimana cara berinvestasi reksadana secara online dengan sangat mudah dan praktis menggunakan aplikasi Bibit. Jika berkenan, kalian bisa membacanya di sini ya.

    Perlu diketahui, instrumen investasi jenis apa pun pasti memiliki risiko. Tak ada investasi yang secara mutlak bisa menjanjikan keuntungan secara pasti dan terukur, tak terkecuali reksadana. Memang benar, reksadana ini dikatakan sangat cocok untuk pemula yang masih bingung cara melakukan analisis fundamental terhadap instrumen investasi yang akan dipilih, namun sudah tentu bahwa reksadana juga memiliki risiko yang harus diketahui para investor. 

    Memangnya apa saja sih risiko dalam berinvestasi reksadana? Simak penjelasannya berikut!

1. Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan. 

    Inilah risiko berinvestasi reksadana yang paling mutlak, yaitu berkurangnya nilai modal investasi yang dipengaruhi oleh turunnya harga dari efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portofolio reksadana tersebut. Sederhananya, investor bisa mengalami kerugian jika nilai aktiva bersih (NAB) atau harga per unit reksadananya mengalami penurunan.

2. Risiko likuiditas.

    Dalam proses penjualan kembali unit reksadana (pencairan dana), diterangkan bahwa proses masuk dana penjualan ke nomor rekening investor akan memakan waktu sampai maksimal 7 hari kerja, lalu bagaimana jika prosesnya terlambat atau melebihi batas waktu tersebut? Nah, kira-kira seperti itulah penjelasan mengenai risiko likuiditas. Keterlambatan perintah penjualan oleh manajer investasi.

3. Risiko terdampak politik dan ekonomi.

    Alokasi aset yang terdapat dalam satu produk reksadana sangat bermacam-macam, antara lain saham, obligasi, dan surat berharga lainnya. Jika kondisi politik dan ekonomi sedang buruk atau mengalami krisis, tentu akan berefek juga pada kinerja sebuah produk reksadana.

4. Tidak dijamin pemerintah.

    Hal ini juga wajib diketahui para investor reksadana. Berbeda dengan SUN (Surat Utang Negara) atau SBN (Surat Berharga Negara) yang telah dijamin oleh pemerintah sehingga risiko gagal bayarnya rendah, kerugian dalam berinvestasi reksadana sepenuhnya ditanggung oleh investor.

5. Risiko wanprestasi.

    Risiko ini disebut juga sebagai risiko gagal bayar, biasanya terjadi karena perusahaan yang terafiliasi dengan manajer investasi reksadana gagal memenuhi kewajibannya.

6. Risiko regulasi.

    Risiko ini terjadi jika ada perubahan peraturan atau kebijakan yang tentunya dapat menyebabkan terpengaruhnya kinerja reksadana baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Nah, itulah beberapa risiko yang wajib diketahui para investor dalam berinvestasi reksadana, lalu bagaimana cara meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko-risiko tersebut? Salah satunya yaitu dengan memilih produk reksadana yang bagus dan tepat. Dengan memiliki produk reksadana yang bagus, para investor setidaknya bisa lebih tenang dan percaya terhadap kinerja produk reksadananya.

Berikut ini adalah cara atau tips dalam memilih produk reksadana yang bagus menurut saya. Simak baik-baik ya Sobat Investor!

1. Memeriksa prospektus dan fund fact sheet reksadana.

    Prospektus reksadana berisi hal-hal atau informasi penting mengenai perusahaan manajer investasi yang akan mengelola dana investor, mulai dari kebijakan-kebijakan mereka, hak dan kewajiban investor dalam investasi reksadana, risiko dalam berinvestasi reksadana, track record kinerja dan tata kelola manajer investasi, dan lain-lain, sedangkan fund fact sheet ini berisi laporan kinerja bulanan produk reksadana yang biasanya hanya memuat satu atau dua halaman saja. Fund fact sheet ini bisa disebut juga sebagai laporan ringkas dari prospektus yang memuat banyak halaman. 
    Sebagai calon investor yang akan memulai berinvestasi reksadana, kita wajib memeriksa prospektus dan fund fact sheet terlebih dahulu karena segala informasi mengenai manajer investasi terutama reputasinya merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan ketika hendak membeli reksadana. Manajer investasi yang memiliki track record kinerja dan tata kelola yang bagus dan konsisten dalam jangka panjang, bisa menandakan produk reksadana kelolaannya bagus pula.

    Di aplikasi Bibit, keterangan prospektus dan fund fact sheet tersedia di setiap produk reksadana, kita bisa memeriksanya terlebih dahulu sebelum membeli produk reksadana tersebut.

2. Memeriksa max drawdown reksadana.

      Max drawdown adalah penurunan maksimal yang dialami produk reksadana selama jangka waktu tertentu. Penurunan ini dihitung dari titik puncak tertinggi ke titik terendah hingga mencapai puncak tertinggi yang baru. Max Drawdown dapat menjadi acuan penting dalam memilih produk reksadana. Semakin kecil penurunan yang dialami produk reksadana, semakin bagus pula produk tersebut.

3. Memeriksa track record return reksadana.

    Return/imbal hasil suatu produk reksadana yang mengalami konsistensi dalam jangka waktu yang panjang (meski pernah mengalami penurunan tajam) menandakan kinerja dan pengelolaan yang bagus dari produk tersebut. Jangan tergiur dengan return/imbal hasil yang tinggi dalam jangka waktu yang pendek, karena hal tersebut menandakan produk reksadana tersebut memiliki tingkat risiko yang tinggi pula. Jadi kuncinya ada pada konsistensi kinerjanya, belum tentu produk reksadana yang memiliki return tinggi dalam jangka pendek lebih bagus dari pada produk lain yang return-nya rendah namun konsisten dalam jangka panjang.

Return jangka panjang


Return jangka pendek













4. Memeriksa expense ratio reksadana.

        Expense ratio mengukur seberapa besar biaya yang digunakan manajer investasi dalam mengelola produk reksadananya. Semakin kecil persentase expense ratio, menandakan semakin piawai manajer investasinya dan semakin bagus pula produk reksadana yang dikelola.

5. Memeriksa AUM (Asset Under Management) reksadana.

        AUM (Asset Under Management) adalah total dana kelolaan yang dimiliki manajer investasi dalam sebuah produk reksadana. Semakin besar AUM, semakin bagus produk reksadana tersebut karena menandakan banyak investor yang percaya terhadap produk tersebut.

    Nah, itulah beberapa hal penting yang menurut saya harus dipertimbangkan dalam memilih produk reksadana. Memang benar kita tidak perlu repot untuk melakukan analisis fundamental dalam berinvestasi reksadana karena sejatinya bukan kita sendiri yang mengelola modal investasi kita melainkan manajer investasi, akan tetapi wajib bagi kita sebagai investor untuk lebih selektif dalam memilih manajer investasi sebelum mempercayainya untuk mengelola modal investasi kita. Tentu kita tidak ingin kinerja produk reksadana kita ke depannya buruk dan pada akhirnya merugikan kita sendiri hanya karena salah dalam memilih sejak awal. Sekian, semoga tips dari saya ini bermanfaat! Salam cuan! 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investasi Reksadana dengan Mudah Menggunakan Aplikasi Bibit (Cocok untuk Pemula)

Sumber gambar: Bibit.id Halo  Sobat Investor!      Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana mudahnya berinvestasi reksadana secara  online  melalui aplikasi Bibit. Investasi reksadana ini banyak dikatakan sangat cocok sekali untuk pemula karena sangat praktis dan mudah.      Pertama, kalian harus tahu apa itu reksadana. Jadi, apa sih sebenarnya reksadana itu?  Reksadana adalah wadah dana/modal bagi investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi seperti pasar uang, obligasi, dan saham.      Jadi sederhananya, kita tinggal setor dana/modal saja untuk diinvestasikan (membeli produk reksadana), kemudian kita tinggal memantau return /imbal hasilnya saja karena dana kita tadi sudah dikelola oleh perusahaan/Manajer Investasi (MI) ...

Download RPP 1 Lembar Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Semester Ganjil (Teks Cerita Pendek) Pertemuan kedua

Halo Sobat Guru!  Seperti yang telah kita ketahui, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 lembar merupakan RPP yang disederhanakan sebagai wujud implementasi dari surat edaran Mendikbud No. 14 Tahun 2019 tentang penyederhanaan RPP. Surat edaran tersebut berisi pernyataan bahwa pembuatan RPP harus dilakukan dengan menerapkan 3 prinsip utama, yakni efisien, efektif dan berorientasi pada siswa. Jika sebelumnya RPP berisi 13 komponen, kini RPP 1 lembar ini hanya berisi 3 komponen utama yakni: 1. Tujuan Pembelajaran 2. Langkah-langkah Pembelajaran, dan  3. Penilaian Sebagai guru Bahasa Indonesia di instansi tempat saya bekerja, tentu saya juga harus menyiapkan atau membuat RPP 1 lembar ini. Menurut saya, dengan disederhanakannya RPP menjadi satu lembar ini, tugas para guru akan menjadi lebih ringan khususnya dalam hal persiapan administrasi pembelajaran. Para guru kini bisa lebih fokus dan leluasa untuk memperluas wawasan materi maupun mengembangkan bahan ajar yang akan diberikan...

Hal-hal Penting yang Perlu dilakukan Sebelum Berinvestasi Reksadana

Halo Sobat Investor! Pada era yang serba canggih ini, investasi merupakan hal yang sudah tidak sulit untuk dilakukan oleh siapa pun, apa lagi terkesan menakutkan atau ‘mengintimidasi’ karena dibayangi oleh risiko kerugian. Saat ini, banyak sekali pilihan instrumen investasi yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengalokasikan dana para investor—yang dapat diakses dengan mudah secara digital. Semua diproses secara instan dan praktis secara online . Namun, seiring dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh era modern dalam berinvestasi seperti sekarang, semakin banyak pula calon investor yang abai terhadap hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi. Banyak sekali calon investor yang gegabah dan malas meluangkan sedikit waktunya untuk melakukan analisis-analisis sederhana pada instrumen investasi yang mereka pilih sebelum ‘bergelut’ dengannya. Nah , untuk kali ini saya akan membahas mengenai hal-hal penting yang harus diperhatikan   sebelum memulai b...