Langsung ke konten utama

5 Tips Mengelola Keuangan di Masa Krisis

 

Disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) minggu kemarin menuai banyak polemik, ada yang pro dan tentu banyak sekali yang kontra. Hal ini menyebabkan kondisi perekonomian di manapun semakin sulit dan tidak pasti, terlebih saat ini kita masih menghadapi situasi krisis karena pandemi COVID-19.

Bagaimana sebaiknya kita mengambil sikap dalam mengelola atau mengatur keuangan dalam situasi krisis dan serba sulit seperti ini?

Berikut tips mengelola keuangan saat krisis:

            1.   Sediakan Dana Darurat

Ini yang menurut saya paling penting. Kita tidak tahu jika dalam beberapa waktu ke depan ada kebutuhan yang mendesak dan mendadak, maka dari itu dana darurat sangat penting untuk disediakan. Untuk besar atau nominalnya, banyak yang menyarankan harus sebanyak 3 atau 6 kali pengeluaran jika ingin aman, tetapi saya tidak menyarankan berapa pun. Menyesuaikan kondisi keuangan masing-masing saja, tidak harus ada patokannya, karena kebutuhan yang sifatnya mendesak tidak bisa dipastikan akan membutuhkan biaya berapa, dan kita hanya bisa berjaga-jaga.

2.   Kontrol Pengeluaran

Saat kondisi sedang krisis seperti ini, penting sekali untuk mengontrol dan meninjau pengeluaran setiap bulan. Kita bisa melakukannya dengan membuat catatan pengeluaran, baik untuk pengeluaran sebulan ke depan maupun untuk sebulan yang telah terlewat. Catatan ini bisa digunakan sebagai patokan bagus untuk acuan biaya pengeluaran bulan-bulan berikutnya. Misal kita bisa tahu mana pengeluaran yang tidak perlu sehingga bisa diminimalisir pada bulan berikutnya. Jangan sampai pengeluaran kita lebih banyak dari jumlah anggaran yang telah kita tetapkan dalam catatan tersebut.

3.   Sesuaikan Kondisi Finansial dengan Kebutuhan

Setelah kita mencatat seluruh jejak pengeluaran yang telah kita lakukan, kita bisa menentukan mana pengeluaran yang perlu dan mana yang tidak perlu. Kurangi, atau jika bisa, hilangkan pengeluaran tidak perlu seperti membeli kebutuhan sekunder atau bahkan tersier, utamakan kebutuhan pokok atau primer terlebih dahulu.

4.   Sediakan Dana Proteksi dan Investasi

Selain harus menyediakan dana darurat, penting juga untuk menyediakan dana proteksi dan investasi. Sederhananya, selain memikirkan finansial untuk jangka pendek, kita juga tetap harus menyiapkan finansial untuk jangka panjang. Menabung maupun berinvestasi pada masa krisis seperti ini memang bukan opsi utama, tetapi tidak bisa juga diabaikan begitu saja karena mengingat kondisi perekonomian ke depannya masih belum bisa ditebak dan diprediksi. Hal penting yang perlu diingat adalah investasi harus menggunakan uang ‘dingin’, bukan uang untuk kebutuhan pokok.

Dalam berinvestasi khususnya di masa krisis seperti ini, kita harus sangat berhati-hati dan tidak gegabah dalam melakukannya. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan supaya imbal hasil investasi kita tetap stabil. Apa sajakah itu? Saya telah menulis beberapa tips berinvestasi pada masa krisis. Jika berkenan, Sobat Investor bisa membacanya di sini.

5.   Tambah Sumber Penghasilan

Jika pada masa normal kita sekadar merasa cukup dengan penghasilan yang diperoleh per bulan, tentu kondisinya akan berbeda jika dibandingkan pada saat krisis melanda seperti saat ini. Hal yang perlu kita lakukan adalah mulai mempertimbangkan untuk mencari sumber penghasilan baru. Kita bisa memutar otak kembali untuk mencari pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan di luar pekerjaan utama. Ya hendak bagaimana lagi? Saat situasi menjadi semakin lebih berat seperti ini, maka effort kita juga harus lebih kuat dalam menghadapinya.

Mungkin itulah beberapa tips mengelola keuangan pada saat krisis. Tentu kita semua berharap kondisi seperti ini bisa segera terlewati, dan kita semua bisa melewatinya dengan selamat. Sekian, semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investasi Reksadana dengan Mudah Menggunakan Aplikasi Bibit (Cocok untuk Pemula)

Sumber gambar: Bibit.id Halo  Sobat Investor!      Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana mudahnya berinvestasi reksadana secara  online  melalui aplikasi Bibit. Investasi reksadana ini banyak dikatakan sangat cocok sekali untuk pemula karena sangat praktis dan mudah.      Pertama, kalian harus tahu apa itu reksadana. Jadi, apa sih sebenarnya reksadana itu?  Reksadana adalah wadah dana/modal bagi investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi seperti pasar uang, obligasi, dan saham.      Jadi sederhananya, kita tinggal setor dana/modal saja untuk diinvestasikan (membeli produk reksadana), kemudian kita tinggal memantau return /imbal hasilnya saja karena dana kita tadi sudah dikelola oleh perusahaan/Manajer Investasi (MI) ...

Download RPP 1 Lembar Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Semester Ganjil (Teks Cerita Pendek) Pertemuan kedua

Halo Sobat Guru!  Seperti yang telah kita ketahui, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 lembar merupakan RPP yang disederhanakan sebagai wujud implementasi dari surat edaran Mendikbud No. 14 Tahun 2019 tentang penyederhanaan RPP. Surat edaran tersebut berisi pernyataan bahwa pembuatan RPP harus dilakukan dengan menerapkan 3 prinsip utama, yakni efisien, efektif dan berorientasi pada siswa. Jika sebelumnya RPP berisi 13 komponen, kini RPP 1 lembar ini hanya berisi 3 komponen utama yakni: 1. Tujuan Pembelajaran 2. Langkah-langkah Pembelajaran, dan  3. Penilaian Sebagai guru Bahasa Indonesia di instansi tempat saya bekerja, tentu saya juga harus menyiapkan atau membuat RPP 1 lembar ini. Menurut saya, dengan disederhanakannya RPP menjadi satu lembar ini, tugas para guru akan menjadi lebih ringan khususnya dalam hal persiapan administrasi pembelajaran. Para guru kini bisa lebih fokus dan leluasa untuk memperluas wawasan materi maupun mengembangkan bahan ajar yang akan diberikan...

Hal-hal Penting yang Perlu dilakukan Sebelum Berinvestasi Reksadana

Halo Sobat Investor! Pada era yang serba canggih ini, investasi merupakan hal yang sudah tidak sulit untuk dilakukan oleh siapa pun, apa lagi terkesan menakutkan atau ‘mengintimidasi’ karena dibayangi oleh risiko kerugian. Saat ini, banyak sekali pilihan instrumen investasi yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengalokasikan dana para investor—yang dapat diakses dengan mudah secara digital. Semua diproses secara instan dan praktis secara online . Namun, seiring dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh era modern dalam berinvestasi seperti sekarang, semakin banyak pula calon investor yang abai terhadap hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi. Banyak sekali calon investor yang gegabah dan malas meluangkan sedikit waktunya untuk melakukan analisis-analisis sederhana pada instrumen investasi yang mereka pilih sebelum ‘bergelut’ dengannya. Nah , untuk kali ini saya akan membahas mengenai hal-hal penting yang harus diperhatikan   sebelum memulai b...