Langsung ke konten utama

Cara Memilih Manajer Investasi yang Bagus

 

Sumber gambar: reksadanacom

Dalam beberapa bulan terakhir ini, pasti Sobat Investor telah mendengar sejumlah kasus mengenai Manajer Investasi yang reksadananya dibubarkan oleh OJK. Manajer investasi merupakan perusahaan yang akan mengelola dana investor dalam berinvestasi reksadana. Pembubaran ini dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain: 1. Dana kelolaan kurang dari Rp 10 Miliar dalam waktu tenggang 90 hari bursa kerja efektif, 2. Terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang diberlakukan oleh OJK, misalnya seperti menjanjikan keuntungan secara pasti, 3. Manajer Investasi tidak mendapatkan izin usaha lagi, dan 4. Adanya kesepakatan kontrak antara Bank Kustodian dan Manajer Investasi untuk membubarkan reksadana.

Khusus untuk kasus yang ramai kemarin itu (kalian bisa membacanya di sini), pembubaran reksadana terjadi karena Manajer Investasi yang bersangkutan telah menjanjikan keuntungan secara pasti dan tinggi. Padahal hal tersebut jelas dilarang keras oleh OJK.

Pastinya kasus seperti pembubaran reksadana memiliki dampak yang buruk terhadap gairah berinvestasi para investor, karena banyak sekali investor yang dirugikan. Namun dari kasus tersebut, seharusnya para investor pun bisa belajar bahwa sangat penting untuk memilih Manajer Investasi yang bagus sebelum memasrahkan modal investasi kepada mereka untuk dikelola.

Baiklah, berikut ini beberapa tips memilih Manajer Investasi yang bagus:

1. Periksa Perizinan Manajer Investasi

Tentu saja hal ini sangat penting untuk dilakukan. Kita sebagai investor perlu tahu apakah Manajer Investasi yang akan kita pasrahi/beri wewenang untuk mengelola dana kita ini sudah memiliki izin sah dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau belum. Manajer Investasi yang belum memiliki izin sah dari OJK pastinya bukanlah Manajer Investasi yang bagus untuk kita percayai.

Kita dapat memeriksa perizinan Manajer Investasi di dalam prospektus sebuah produk reksadana, biasanya di situ tertulis lengkap dan terperinci mengenai perizinan Manajer Investasi. Kita juga dapat memeriksanya secara mandiri melalui situs website resmi OJK, apakah Manajer Investasi sudah terdaftar di situ atau belum.

2. Gali Informasi lebih Dalam Mengenai Manajer Investasi

Informasi yang saya maksud di sini dapat berupa riwayat/track record perjalanan kinerja Manajer Investasi tersebut, apakah pernah tersandung sebuah kasus buruk atau tidak, latar belakang manajemennya, maupun informasi tambahan seperti prestasi Manajer Investasi tersebut (jika ada). Periksa juga informasi mengenai kapan Manajer Investasi didirikan, perubahan-perubahan terhadap anggaran dasarnya, susunan direksi, pengalaman Manajer Investasi, serta pihak-pihak ketiga yang bekerja sama dengan Manajer Investasi tersebut.

Semakin lama berdirinya sebuah Manajer Investasi (dengan diiringi dengan kinerja yang bagus dan konsisten pula dalam kurun waktu yang lama tersebut), maka semakin berpengalaman pula sebuah Manajer Investasi dan menandakan bahwa Manajer Investasi tersebut memiliki tata kelola dan manajemen yang baik.

3. Analisis Gaya Investasi Manajer Investasi

Setiap Manajer Investasi pasti memiliki cara dan gaya investasi yang berbeda dalam mengelola dana investor. Ada Manajer Investasi yang sangat berani (agresif) sehingga dapat mencetak imbal hasil atau keuntungan yang tinggi dalam jangka waktu pendek, ada pula yang sangat berhati-hati (konservatif) sehingga secara konsisten mencetak imbal hasil atau keuntungan yang stabil dalam jangka waktu panjang. Pilihlah Manajer Investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing, karena setiap investor pastinya memiliki profil risiko yang berbeda. Manajer Investasi dengan gaya investasi yang berani cenderung memiliki tingkat risiko yang tinggi pula. Sebelumnya saya telah membahas mengenai profil risikio investor di sini.

Semakin berani Manajer Investasi (dengan potensi imbal hasil atau keuntungan yang tinggi), belum tentu menandakan kinerjanya bagus. Saran saya, lebih baik memilih Manajer Investasi dengan track record imbal hasil atau keuntungan yang stabil dan konsisten dalam jangka waktu yang panjang.

4. Periksa AUM (Asset Under Management) Manajer Investasi

Sumber gambar: cnbc

AUM adalah total dana kelolaan Manajer Investasi, semakin besar AUM sebuah Manajer Investasi, berarti semakin bagus pula Manajer Investasi tersebut karena hal tersebut dapat menandakan bahwa banyak investor yang percaya terhadap reputasinya. Di samping itu, semakin besar AUM sebuah Manajer Investasi, tingkat keleluasaannya juga semakin tinggi dalam mengelola dana para investor.

5. Pilih Manajer Investasi dengan AUM yang Terus Bertumbuh

Manajer Investasi yang bagus tentu akan semakin dipercaya oleh para investor, semakin bagus sebuah Manajer Investasi, tentu akan semakin banyak pula investor yang mempercayainya. Nah, untuk melihat seberapa besar tingkat kepercayaan para investor terhadap sebuah Manajer Investasi salah satunya dengan melihat jumlah AUM dari tahun ke tahun. Jika AUM sebuah Manajer Investasi terus bertumbuh, berarti menandakan semakin banyak pula investor yang percaya terhadap kinerjanya.

Itulah cara memilih Manajer Investasi yang bagus menurut saya. Semoga bermanfaat! Setelah mengetahui cara memilih Manajer Investasi yang bagus dan tepat, sekarang saatnya Sobat Investor mulai berinvestasi!


Baca juga:

🕂Cara Memilih Reksadana yang Bagus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investasi Reksadana dengan Mudah Menggunakan Aplikasi Bibit (Cocok untuk Pemula)

Sumber gambar: Bibit.id Halo  Sobat Investor!      Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana mudahnya berinvestasi reksadana secara  online  melalui aplikasi Bibit. Investasi reksadana ini banyak dikatakan sangat cocok sekali untuk pemula karena sangat praktis dan mudah.      Pertama, kalian harus tahu apa itu reksadana. Jadi, apa sih sebenarnya reksadana itu?  Reksadana adalah wadah dana/modal bagi investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi seperti pasar uang, obligasi, dan saham.      Jadi sederhananya, kita tinggal setor dana/modal saja untuk diinvestasikan (membeli produk reksadana), kemudian kita tinggal memantau return /imbal hasilnya saja karena dana kita tadi sudah dikelola oleh perusahaan/Manajer Investasi (MI) ...

Download RPP 1 Lembar Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Semester Ganjil (Teks Cerita Pendek) Pertemuan kedua

Halo Sobat Guru!  Seperti yang telah kita ketahui, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 lembar merupakan RPP yang disederhanakan sebagai wujud implementasi dari surat edaran Mendikbud No. 14 Tahun 2019 tentang penyederhanaan RPP. Surat edaran tersebut berisi pernyataan bahwa pembuatan RPP harus dilakukan dengan menerapkan 3 prinsip utama, yakni efisien, efektif dan berorientasi pada siswa. Jika sebelumnya RPP berisi 13 komponen, kini RPP 1 lembar ini hanya berisi 3 komponen utama yakni: 1. Tujuan Pembelajaran 2. Langkah-langkah Pembelajaran, dan  3. Penilaian Sebagai guru Bahasa Indonesia di instansi tempat saya bekerja, tentu saya juga harus menyiapkan atau membuat RPP 1 lembar ini. Menurut saya, dengan disederhanakannya RPP menjadi satu lembar ini, tugas para guru akan menjadi lebih ringan khususnya dalam hal persiapan administrasi pembelajaran. Para guru kini bisa lebih fokus dan leluasa untuk memperluas wawasan materi maupun mengembangkan bahan ajar yang akan diberikan...

Hal-hal Penting yang Perlu dilakukan Sebelum Berinvestasi Reksadana

Halo Sobat Investor! Pada era yang serba canggih ini, investasi merupakan hal yang sudah tidak sulit untuk dilakukan oleh siapa pun, apa lagi terkesan menakutkan atau ‘mengintimidasi’ karena dibayangi oleh risiko kerugian. Saat ini, banyak sekali pilihan instrumen investasi yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengalokasikan dana para investor—yang dapat diakses dengan mudah secara digital. Semua diproses secara instan dan praktis secara online . Namun, seiring dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh era modern dalam berinvestasi seperti sekarang, semakin banyak pula calon investor yang abai terhadap hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi. Banyak sekali calon investor yang gegabah dan malas meluangkan sedikit waktunya untuk melakukan analisis-analisis sederhana pada instrumen investasi yang mereka pilih sebelum ‘bergelut’ dengannya. Nah , untuk kali ini saya akan membahas mengenai hal-hal penting yang harus diperhatikan   sebelum memulai b...